Cinta sederhana?

No comment 7601 views

Nilai DuniaApakah cinta yang sederhana itu?
Apakah sesederhana kata-kata yang tak sempat terucap?
Apakah sesedehana kayu kepada api yang menjadikannya abu? Apakah sesederhana isyarat yang tak sempat dikatakan oleh awan kepada hujan yang menjadikannya tiada?

Cinta yang sederhana adalah..
Sesederhana cinta seorang Abdurrohman bin Auf yang begitu rela meninggalkan semua harta bendanya yang berada di Makkah demi mengikuti Rosulullah hijrah ke Madinah.

Sesederhana cinta Abdullah bin Mas’ud yang rela dipukuli kaum Quraisy demi melantunkan ayat-ayat Allah dengan suara lantang didepan Ka’bah guna bisa meluluhkan hati kaum Quraisy.

Sesederhana seorang Zaid bin Haritsah yang rela tubuhnya terluka parah ikut berdarah-darah demi melindungi Rosulullah yang dilempari batu oleh penduduk Thiaif untuk mengajak mereka memeluk agama Islam. .

Sesederhana seorang Uwais Al-Qarni yang harus rela memendam rindu untuk bertemu dengan Rosulullah demi untuk merawat ibunya yang sudah tua dan buta serta sakit-sakitan.

Sesedernana cinta seorang Abu Bakar yang kakinya rela digigit ular di Gua Tsur demi tak ingin membangunkan Rosulullah yang tertidur pulas dipangkuannya.

Sesedernana Abu Dzar Al-Ghifari yang berjalan sendirian dalam jarak ratusan kilometer untuk menyusul mengikuti ekspedisi perang Tabuk.

Sesederhana Rafi’ bin Harist yang rela meninggalkan Maria, wanita nasrani tunangannya, yang amat dicintai, demi agama Islam yang waktu itu baru saja dipeluknya.

Sesederhana Bilal bin Rabbah yang rela dipanggang dan disiksa dibawah panasnya batu besar pada teriknya suasana gurun demi tetap berpegang teguh kepada agama Islam.

Sesederhana sejarah Umair bin Wahab yang rela berjalan kaki berbolak-balik dari Makkah menuju Laut Merah lalu ke Makkah lagi dan kembali lagi ke Laut Merah demi mengajak agar sahabatnya, Sofwan bin Umayyah, bisa mendapat hidayah Islam seperti dirinya.

Sesederhana Khabbab bin Art yang begitu sabar ketika besi panas diletakkan dikepalanya dan diinjak dadanya demi mempertahankan keIslamannya meskipun tak ada satupun yang membelanya waktu itu.(Jalinan Keluarga Dakwah)

author
No Response

Leave a reply "Cinta sederhana?"