Melatih Tanggung Jawab Santri Dengan Naqib Harian

un iMenjadi manusia yang bertanggung jawab adalah tujuan yang ideal bagi sebuah pola pendidikan. Bertanggung jawab akan dirinya, keluarganya dan masyarakat pada umumnya.

Salah satu karakter yang ditanamkan kepada santri Pondok Pesantren Islam Ulul Albab adalah rasa tanggung jawab.

Dalam rangka upaya untuk mencapai hal itu, Pondok Pesantren islam Ulul Albab, terutama untuk unit pendidikan KMI (Kuliyatul Muallimin al Islamiyyah), menerapkan program Naqib Harian.

Naqib harian atau ketua harian dijalankan dengan pola pergantian ketua atau penanggung jawab kelas yang digilir untuk setiap harinya. Tugasnya adalah mengamati dan mencatat segala aktivitas akademik dan non akademik yang berlangsung di kelas yang bersangkutan, seperti mencatat santri yang tidak masuk kelas karena izin, sakit atau alpa, bolos. Juga mencatat hadir atau tidaknya ustadz pengajar pada hari itu.

Dari jenjang kelas I’dad sampai III KMI memberlakukan program ini. Setiap hari, setelah petugas naqib harian selesai menjalankan tugasnya, maka wali kelas akan menandatangani buku yang khusus disediakan untuk itu.

Adapun tujuan pengguliran program ini adalah untuk melatih rasa tanggung jawab santri, dan agar beban permasalahan kelas tidak hanya terpusat pada ketua kelas seorang diri.

Dengan begini, semua santri akan merasakan seperti apa sih ketika diamahi sebuah tugas atau tanggung jawab. “Adapun tujuan yang paling utama adalah melatih kecekatan, kepekaan, dan kedisplinan santri,” ujar ustadz Wahyuddin, Kepala Sekolah KMI, saat dikonfirmasi UlulAlbablampung.com

“Adanya naqib harian ini membuat kita bisa mengerti bagaimana rasanya menjadi seorang ketua kelas. Kalau hanya seorang ketua kelas saja yang bertugas, khan kasihan,” tutur Iyen Firdaus, santri kelas II KMI kepada UlulAlbabLampung.com

(I_ron/UlulAlbabLampung)

author
6 Responses

Leave a reply "Melatih Tanggung Jawab Santri Dengan Naqib Harian"