Menggapai Kedudukan yang Tinggi Disisi Allah

Jika Allah mentakdirkan kita sebagai seorang hamba dengan kedudukan tinggi disisiNya, tetapi ternyata amalan-amalan yang kita miliki tidak dapat mencapai derajat tersebut. Maka Allah akan menguji kita dengan nikmat dan cobaan. Sehingga kita senantiasa bersyukur dengan nikmat yang diberikanNya, serta pula sabar dan ridho ketika mendapati suatu cobaan/musibah. Maka sesungguhnya dengan itulah Allah meninggikan kedudukan kita di sisiNya.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

إِذَا سَبَقَتْ لِلْعَبْدِ مِنْ اللَّهِ مَنْزِلَةٌ لَمْ يَبْلُغْهَا بِعَمَلِهِ ابْتَلَاهُ اللَّهُ فِي جَسَدِهِ أَوْ فِي مَالِهِ أَوْ فِي وَلَدِهِ ثُمَّ صَبَّرَهُ حَتَّى يُبْلِغَهُ الْمَنْزِلَةَ الَّتِي سَبَقَتْ لَهُ مِنْهُ

“Jika seseorang hamba ditetapkan kedudukan mulia dari Allah, sementara ia belum mencapainya dengan amalannya, maka Allah akan memberinya musibah pada tubuhnya, hartanya atau anaknya, lalu Allah akan menjadikannya sabar (yakni, Allah memberi taufiq kepadanya sehingga ia bersabar) sehingga kesabaran tersebut menghantarkanya hingga mencapai kedudukan mulia yang telah ditetapkan untuknya.”
(HR. Ahmad, dishahihkan oleh Albani)

author
No Response

Leave a reply "Menggapai Kedudukan yang Tinggi Disisi Allah"